Sabtu, 03 Agustus 2019

OPERASI MILITER SELAIN PERANG (OMSP) Bersama TNI Membangun Desa Mandiri dan Sejahtera




Semarang,Jateng - Tidak sedikit masyarakat yang masih beranggapan bahwa tugas TNI hanyalah perang untuk menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Anggapan itu tidak salah, namun sesungguhnya berdasar UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, untuk melaksanakan tugas pokoknya disamping dilakukan melalui operasi militer perang (OMP) juga dilakukan melalui operasi militer selain perang (OMSP).  

Sesuai Pasal 7 Ayat (2) UU tersebut, dalam OMSP terdapat 14 macam operasi diantaranya memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta serta membantu tugas pemerintahan di daerah yang diantaranya diimplementasikan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). 

Demikian penjelasan Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, S.H., M.Hum., terkait pelaksanan program TMMD Reguler yang hingga tahun 2019 ini sudah memasuki periode ke-105, di sela-sela kegiatan pemantauan TMMD Kodam IV/Diponegoro.

Diterangkan Kolonel Arh Zaenudin, melalui TMMD, TNI berupaya untuk membinaan dan memberdayakan semua potensi yang ada, mulai dari geografi, demografi maupun kondisi sosial menjadi potensi pertahanan baik pada aspek ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan maupun aspek-aspek berpengaruh lainnya, sehingga dapat meningkatkan ketahanan wilayah dalam menghadapi setiap kemungkinan ancaman.

Secara bottom-up mulai dari musyawarah desa bersama Babinsa, program TMMD diusulkan dengan  berdasarkan sekala prioritas. Adapun sasaran kegiatan pada TMMD Reguler ke-105 kali ini adalah wilayah daerah-daerah yang berkategori pra sejahtera, daerah perbatasan maupun daerah rawan yang perlu mendapat perhatian lebih dibanding desa yang lain. Hal ini merupakan bentuk komitmen TNI yang akan selalu hadir bersama-sama masyarakat untuk membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan masyarkat maupun mewujudkan kesejahteraan, baik melalui peningkatan kehidupan ekomomi maupun pembangunan dan peningkatan atau perbaikan fasilitas infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, sanitasi warga serta fasilitas-fasilitas umum lainnya.
  
Menurut Kapendam, pembangunan jalan, jembatan, talud irigasi dan pembagunan rumah tidak layak huni (RTLH) serta infrastruktur lainnya pada sasaran fisik TMMD Reguler ke 105 tahun 2019 merupakan hal yang relevan untuk mewujudkan cita-cita nasional dalam rangka memajukan kesejahteraan umum. 

“Jalan, jembatan dan irigasi merupakan sarana vital yang mutlak harus terpenuhi bagi masyarakat pedesan yang mayoritas berprofesi sebagai petani”, ungkapnya.

Dengan tersedianya sarana jalan, jembatan dan saluran irigasi yang memadai tentu laju perekonomian juga akan semakin lancar, karena aktifitas para petani mulai dari pengolahan lahan hingga pasca panen maupun aktifitas usaha perekonomian lainnya seperti peternakan, pariwisata dan perdagangan/UMKM akan berjalan lancar, imbuh Kapendam.

Dikatakan Kapendam, Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP.  saat membuka TMMD Reguler ke 105 di lapangan Trimurti, Dukuh Marangan, Desa Jimbung, Kec. Kalikotes, Kab. Klaten, sudah menerangkan bahwa TMMD merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah dalam rangka pemerataan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat.

“Gubernur ingin seluruh desa di Jateng semakin maju dan mandiri. Beliau juga ingin kehidupan rakyat Jateng semakin sejahtera. Pada prinsipnya, masyarakat kita harus betul-betul dapat hidup secara baik, sehat dan sejahtera”, imbuhnya.

Menurutnya, penyampaian tersebut tidaklah berlebihan dan tidak mengada-ada. Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Eko Setyawan, S.E, Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto dan Dandim yang lain selaku Dansatgas TMMD juga meyakini bahwa pembangunan jalan, jembatan dan irigasi sangat strategis untuk mendorong perekonomian masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani, peternak, wiraswasta dan buruh harian lepas.

Senada dengan pernyataan tersebut, Kepala Desa Jimbung, Kec. Kalikotes, Kab. Klaten, Siti Sumarsih juga sangat yakin dengan adanya pembangunan jalan di desanya dapat meningkatkan potensi yang ada seperti penangkaran burung jalak dan wisata Sendang Bulusan yang nantinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat di desanya.

Hal tersebut juga dibenarkan warga Desa Banaran, Kec. Playen Kab. Gunung Kidul, yang salah satunya adalah Sunardi. Dirinya berharap dengan dibangunnya infrastruktur jalan, roda perekonomian bisa lebih berputar. Jika jalan bagus maka aktivitas warga jadi semakin mudah, mau ke sawah jadi gampang, ke pasar atau mengantar anak ke sekolah juga lebih cepat.

Demikian pula dengan pembangunan RTLH bagi warga yang kurang mampu. Dengan telah memiliki rumah yang layak, beban kehidupan akan berkurang dan mereka dapat tinggal lebih sehat dan nyaman. Bila mereka sudah merasa sehat dan nyaman dengan sendirinya akan lebih bersemangat dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan yang lainnya, terang Kapendam.

Seperti apa yang disampaikan Mbah Serun (80) yang tinggal Dusun Grogol, Desa Jatimulya,  Kec. Suradadi, Kab. Tegal dan Mbah Yatin (75), yang berdomisili di Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota. Keduanya sangat bersyukur karena dengan ketidakberdayaanya, rumah yang sudah puluhan tahun dihuninya direhab TNI. Diungkapkan bahwa keinginannya untuk merehap rumahnya sudah sangat lama, tetapi jangankan untuk merehab rumah, untuk hidup sehari-hari saja serba kekurangan.
Sedangkan terkait aspek kesehatan lingkungan, persoalan sanitasi juga menjadi perhatian serius pada TMMD 105. Masih banyaknya warga yang belum memiliki sanitasi keluarga di selesaikan melalui pembangunan jamban-jamban keluarga.

Kapendam juga mengungkapkan, dari data yang berasil dihimpun, pada program TMMD Reguler ke 105 ini telah dibangun sarana jalan sepanjang 8,8 KM, jembatan sepanjang 12 M, talud pengaman jalan dan irigasi sepanjang 1 KM, RTLH 39 unit dan pembangunan sarana pendukung lain seperti jambanisasi dan rehab tempat ibadah serta pos Kamling. Belum lagi dengan program TMMD Sengkuyung yang digelar di Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.

“Alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana, berkat kerja sama dan peran serta seluruh komponen masyarakat yang telah bergotong-royong untuk memajukan desa mereka”, ungkapnya.

Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., saat meninjau kegiatan TMMD di wilayah Kodim 0712/Tegal beberapa waktu lalu.  Semua masyarakat ikut terlibat untuk bersama-sama berpartisipasi dan berperan serta dalam kegiatan di TMMD, agar semua merasa ikut andil dan terlibat sehingga merasa ikut memiliki. Bila sudah merasa memiliki maka merekapun akan menggunakan dan memelihara secara bersama-sama.

"Semua ikut berpartisipasi/berperan sesuai situasi dan kondisi. Yang masih kuat bisa ikut bekerja menata batu, atau ikut menyediakan air minum,  atau membantu materiil yang dibutuhkan”, pintanya.

Disamping menumbuhkan semangat gotong royong, salah satu sasaran yang juga harus dicapai adalah terbangunnya hubungan emosional/kedekatan TNI dengan Rakyat. Hal ini diaplikasikan dengan bersatunya TNI-Rakyat dalam setiap kegiatan bahkan Anggota TNI yang terlibat satgas TMMD juga tidur di rumah penduduk. Begitupula dengan uang makan mereka juga dimasak di rumah tersebut dan dimakan bersama-sama keluarga mereka. Selama 1 bulan mereka akan selalu bersama dalam satu keluarga sehingga bisa turut merasakan suka dan dukanya. Diharapkan hubungan ini akan terus dibangun walaupun TMMD telah selesai dilaksanakan dalam hubungan keluarga asuh TMMD.

Bukan hanya itu saja, selain mendapat program pembangunan infrastruktur,  dalam rangka mengantisipasi dampak disrupsi teknologi, masyarakat juga dibekali dengan wawasan kebangsaan, bijak bermedsos, penanggulangan terorisme dan radikalisme.
"Masyarakat pedesaan juga harus melek teknologi dan memiliki wawasan yang luas agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi", imbuhnya. 

Sedangkan pada aspek ekonomi, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi rakyat, Satgas TMMD juga memberikan bekal kepada masyarakat desa tetang ilmu pengetahuan dan keterampilan pertanian, peternakan, kesehatan dan sebagainya khususnya tentang ekonomi kreatif. Hal yang cukup menarik adalah adanya bantuan alat penetas telur bagi masyarakat sebagai rangsangan untuk tumbuhnya UMKM di setiap desa sasaran TMMD

Kolonel Arh Zaenudin berharap, dengan telah terbangunnya infrastruktur yang memadahi dan bekal wawasan kebangsaan dan ilmu pengetahuan serta berbagai keterampilan, kehidupan masyarakat di pedesaan dapat lebih sejahtera. Desa-desa dipinggiran menjadi desa madiri yang dapat bersaing dengan desa-desa di perkotaan. Inilah tujuan akhir dari OMSP, bersama TNI membangun desa mandiri dan sejahtera. 

Senada dengan Kapendam, Bupati Klaten Sri Mulyani pada saat acara pembukaan TTMD di Desa Jebung Kec. Kalikotes Kab. Klaten juga berharap dengan adanya TMMD di wilayahnya, maka desa yang dahulunya kondisi merah/prasejahtera akan menjadi desa yang hijau/sejahtera dan mandiri.

10 Ribu Mangrove Ditanam di Pantai Sicepit



Batang,-Dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dan peningkatan peran serta masyarakat dalam konservasi lingkungan.Ormas Akar Angin Batang Bersama TNI dan Forkopimda Kabupaten Batang dan Intansi lainya beserta masyarakat melakukan penanaman 10 Ribu pohon Mangrove di pesisir pantai Sicepit ,Kelurahan Kasepuhan ,Kecamatan Batang,Kabupaten Batang,Sabtu (03/08/2019).

Hadir dalam kegiatan Bupati Batang H.Wihaji,S.Ag,M.Pd,Dandim 0736/Btg diwakili Kasdim Mayor Inf.Raji,Kapolres diwakili Kapolsek Batang AKP.Asfauri,SH,Ketua DPRD diwakili Bpk.Nur Untung Slamet,SE,Danlanal Lanal Tegal diwakili Paspotmar Kapten Laut(P)Subandi,Direktur PDAM selaku ketua CSR Kab.Batang Bpk.Yulianto,SH,Pasiter Kodim 0736/Btg Kapten Inf.Winarno,Muspika Kecamatan Batang. Ka Dinas LH Kab.Batang Bpk.Sugiarto,Dan Pos AL Batang dan kota Pekalongan,Kepala kelurahan Kasepuhan Bpk.PurwokoKades Denasri Kulon,dan Denasri wetan ,Ketua LSM Akar Angin Bpk.Istoni.

Direktur PDAM selaku ketua CSR Kab.Batang Bpk.Yulianto,dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang pagi ini hadir untuk penanaman pohon mangrove.

 Lanjutnya kegiatan ini untuk mempertahankan ekosistem laut dan untuk pemanfaatan potensi-potensi yang ada daerah pantai.Kami selaku CSR menyambut baik kegiatan ini,harapan kami tidak hanya ditanam saja tetapi harus kita jaga untuk diambil manfaatnya,"jelasnya. 

Selanjutnya Sambutan Bupati Batang H.Wihaji menyampaikan atas nama kepala daerah dan pemerintah daerah Kab.Batang saya mengucapkan terima kasih atas keterlibatan dan keberpihakan para pecinta mangrove dan semua  elemen yang terlibat dalam kegiatan ini yang peduli terhadap lingkungan.

Kegiatan ini merupakan potensi yang manfaatnya akan kita rasakan bersama,harapan saya kepada teman- teman pecinta mangrove harus ada estetisnya atau seni dalam penanaman pohon mangrove,"ucapnya.

Semoga nanti bisa bersinergi  dan silahkan buat perencanaan,harapan saya bisa unik dan menarik agar tidak membosankan.
Insya Allah akan kita suport karena ini merupakan bagian dari alam yang harus kita lestarikan. Kalau kita dekat dengan alam, alam akan bersahabat dengan kita,"Tutur Wihaji.

Sementara itu Komandan Kodim 0736/Batang melalui Kasdim Mayor Inf Raji menuturkan, pohon mangrove mempunyai banyak fungsi dan manfaat bagi ekosistem air serta alam di sekitarnya dan bagi pendusuk pesisir pantai.

Secara fisik pohon mangrove berfungsi dan bermanfaat sebagai penahan abrasi pantai, penahan peresapan air laut, penahan ombak , penahan angin, menurunkan kandungan karbondioksida di udara dan bahan-bahan pencemaran di perairan dan pantai," tuturnya.

Dikatakannya, untuk mewujudkan hutan mangrove diperlukan kesadaran dari semua pihak agar keberadaannya bisa tetap dipertahankan.(Pen-0736).

Komandan Kodim 0736/Batang Hadiri Gemilang Perpuska Nugraha Jasa Dharma Pustaloka 2019



Batang- Komandan Kodim 0736/Batang yang diwakili Kasdim Mayor Inf Raji menghadiri undangan Gemilang Perpuska Nugraha Jasa Dharma Pustaloka bertempat di Jalan Veteran & Diponegoro Alun-Alun Batang,Jumat Malam (2/8/19).

Hadir dalam acara Bupati Batang Wihaji Komandan Kodim 0736/Batang diwakili Kasdim Mayor Inf Raji ,Wakil Ketua DPRD Kab.Batang bapak Nur Untung Slamet,Kepala Pengadilan Agama Batang bapak H. Subroto,Ibu Andriani Pustakawan dari Dinas Perpustakaaan dan Kearsipan Provinsi Jateng ,Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab.Batang Rahmat Nurul Fadilah, jajaran OPD Kabupaten Batang ,Camat se Kabupaten Batang,Kepala Sekolah SD,SMPdan SMA se Kabupaten Batang dan tamu undangan.

Di acara pembukaan Bupati Batang Wiihaji cukup menyita perhatian penonton dimalam apresiasi Gemilang Perpuska Nugraha Jasa Dharma Pustaloka di Pekan Raya Buku dan Multiproduk . 

Wihaji yang secara spontan ikut menari ala Flash Mob tarian perjuangan tradisonal khas Batang Babalu, sontak diikuti Wakil Ketua DPRD Nur Untung Slamet, Kasdim 0736 Batang Mayor Inf. Raji dan tamu undangan lainya ikut menari walaupun terlihat kaku. 

Penonton pun ikut riuh tepuk tangan bersorak usai melihat penampilan Forkopimda. 

"Malam Gemilang Perpuska Nugraha Jasa Dharma Pustaloka sangat luar biasa, sangat kreatif dan inovatif, apalagi saya tadi ikut menari tarian Babalu yang cukup asyik dan berkeringat," Kata Wihaji 

Tapi yang lebih penting dari kegiatan ini, Pemkab Batang melalui Dinas Perpuska mengapresiasi dan perhatian terhadap penggiat literasi dengan berbagai kategori, lanjutnya. 

"Tentunya Apresiasi penggiat literasi ini memberi inspirasi sekaligis menjadi toladhan bagi yang lain, sehingga budaya literasi semakin tinggi yang Insya Allah untuk Kemajuan Kabupaten Batang," jelas Wihaji. 

Bupati berharap Pekan Raya Buku dan Multi Produk  untuk tahun yang akan datang bisa mengundang  berbagai komunitas pecinta literasi, dan memperbanyak lagi buku - bukunya serta prioritaskan multi produk Kabupaten Batang. 

"Saya kira kalau memperbanyak multiproduk dari Batang, perputaraan uang akan memutar di Batang," pinta Wihaji. 

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang Rahmat Nurul Fadilah menjelaskan, apresiasi ini merupakan bentuk perhatian Pemkab Batang kepada stakeholder yang telah ikut berperan aktif dalam meningkatkan budaya literasi. 

"Literasi harus berkembang di seluruh wilayah Kabupaten Batang, tidak hanya di dunia pendidikan saja tapi juga di masyarakat," kata Rahmat Nurul Fadilah. 

Dengan penghargaan ini semua masyarakat akan terdorong  tergiatkan budaya literasi, begitu juga dengan OPD yang harus disadarkan betapa pentingnya membaca. 

"Apalagi ASN di OPD harus tergiatkan literasinya jangan terjebak dalam rutinitas, kalau tidak disadarkan  betapa sebagai penting untuk membaca maka mereka dalam bekerja hanya mengandalkan kebiasaan saja. Tidak pekayaan referensi," jelas Rahmat Nurul Fadilah 

Di malam Gemilang Perpuska Nugraha Jasa Dharma Pustaloka di serahkan penghargaan diberikan dalam enam kategori. Yakni, Tokoh Peduli Literasi Sulomo SPd Kepala Sekolah SDN Keteleng Kecamatan Blado, Perusahaan Peduli Literasi PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI), Perpusdes Tergiat Literasi Desa Bakalan Kecamatan Kandeman, Sekolah Peduli Literasi SDN Kasepuhan 01, OPD Peduli Literasi Bagian Hukum Setda Kabupaten Batang dan Masyarakat Pegiat Literasi Tatik Setianingsing sanggat Merti Desa Brayo Kecamatan Wonotungggal .(Pen-0736).

Kamis, 01 Agustus 2019

Koramil 04/Bawang Bersinergi Bersama Polsek Berikan Wasbang dan Bahaya Narkoba



Batang,-Tumbuhkan semangat generasi muda agar cinta terhadap negara dan bangsa dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik itu dalam organisasi sekolah maupun kegiatan yang bermanfaat, sebanyak 215 Siswa Siswi MTs Sunan Kalijaga Bawang menerima wawasan kebangsaan (Wasbang) dari  Danramil 04/ Bawang  yang diwakili Serma Wasono dan Polsek bawang diwakili Aiptu Solikhin bertempat di  lapangan Desa Sibebek, Kecamatan Bawang,Kabupaten Batang,Kamis (01/08/2019).

Di hadapan  pelajar, Serma Wasono memaparkan materi wawasan kebangsaan dengan penyampaian yang santai, humoris dan bahasa yang ringan, sehingga anak didik dapat menerima pesan yang disampaikan.

Dalam kesempatan tersebut,Serma Wasono memaparkan,” tentang Pancasila dan Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an serta tiga unsur pokok Wasbang yaitu Rasa Kebangsaan, Paham Kebangsaan, dan Semangat Kebangsaan.

Menurutnya, pembekalan mental siswa diperkukan dalam menghadapi pengetahuan tentang kebangsaan untuk menjadi putra dan putri bangsa turut ikut membangun pembangunan bangsa.

Semangat Kebangsaan merupakan perpaduan antara rasa dan semangat kebangsaan yang terpancar dari kualitas dan ketangguhan bangsa dalam menghadapi ancaman," ucap Serma Wasono.

“Sejak dini wawasan kebangsaan dapat dibekali terhadap murid-murid disekolah. Pembekalan yang didapatkan berupa materi tentang sejarah, karakter, dan serta membantu dalam proses belajar mengajar para siswa,” ungkapnya.

Selain itu, diharapkan pelajar dapat meningkatkan motivasi dalam belajar serta pengetahuan tentang sejarah. Di antara pengetahuan sejarah bagaimana cara hidup sesuai berbhineka tunggal ika dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Ditambahkannya, kuncinya harus disiplin. Karena kedisiplinan adalah modal untuk maju. Tanpa kedisiplinan yang baik dan benar, maka semuanya akan hancur dan berantakan. Kita hidup harus displin dan semuanya dalam hidup ini harus disiplin,"pungkasnya.

Sementara itu dari Polsek bawang  yang diwakili Aiptu Solikhin  menambahkan bahwa materi yang di berikan dari Kepolisian adalah tentang bahaya narkoba, sementara dari TNI memberikan wawasan kebangsaan.

""Harapan kita dengan sosualisasi ini, sejak dini anak-anak ini mengetahui bahwa narkoba adalah terlarang dan berbahaya," paparnya.(pen-0736)

Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Secara Serentak 2019, Bupati Batang Minta Tetap Jaga Kondusifitas Wilayah



Batang - Dalam rangka menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak 2019, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati Batang. Kamis (1/8/19).

Sebagaimana diketahui, Pelaksanaan Kepala Desa (Pilkades) 2019 yang akan dilaksanakan secara serentak di ikuti oleh 206 Desa, se Kabupaten Batang ini pada bulan september mendatang.

Dalam hal ini Bupati Batang, Bapak Wihaji mengatakan, Saya minta kepada para camat agar selalu berkoordinasi dengan aparat setempat. Kami juga akan menindaklanjuti kewajiban, dan yang paling penting kita harus menjaga kondusifitas Kabupaten Batang ini dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2019 secara serentak, "katanya. 

Selanjutnya Bupati Batang Wihaji, "berharap agar dari pihak aparat keamanan seperti Polres Batang, Kodim Batang serta Kejaksaan supaya dapat membantu kami dalam proses dan kelancaran pada pelaksanaannya nanti. Karena hal ini sangat menentukan nasib pemerintahan Kabupaten Batang mendatang,"harapnya. 

Pada kesempatan ini Dandim 0736/Batang Letkol Kav. Henry RJ Napitupulu melalui Danramil 04/Bawang Kapten Inf. Amin menyampaikan, " Dalam menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2019 secara serentak nanti, Kodim 0736/Batang akan selalu menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Batang ini dari proses sampai pelaksanaannya nanti,"jelasnya. 

Kemudian Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga berharap, "Sebagai semua sektor agar berkoordinasi dengan semua pihak, persiapan pilkades supaya kita dapat memantau, karena hal ini berhubungan dengan pelaksanaan pilkades kedepan. 

"Forkopimda juga mempunyai tugas seremonial dalam menghadapi pilkades serentak 2019, untuk menciptakan keamanan dan kelancarannya agar tercipta hubungan antara pemerintahan dengan masyarakat yang humanis. 

"Semakin potensial desa tersebut semakin kuat juga gesekan masyarakat. Kesuksesan agenda Kabupaten Batang ini adalah tugas kita bersama. Dengan tujuan sepakat dalam menghadapi tugas kita kedepan," pungkas Kapolres Batang.

Pada pelaksanaan acara terlihat Bupati Batang H.Wihaji, Ketua DPRD Kabupaten Batang Bapak Imam teguh raharjo, Dandim 0736/Batang diwakili Kapten Inf. Amin beserta Para Danramil, Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, Kajari atau yang mewakili, Kadispermades Bapak Agung Barata. (Pen- 0736)

Prajurit, PNS, Persit Kodim 0736 Batang Dan Kaminvetcad IV/09 terima Penyuluhan Hukum

Batang - Untuk menekan tindak pelanggaran bagi keluarga besar TNI khususnya TNI AD, Tim Penyuluhan Hukum dari Kodam IV/Diponegoro bersafari ke jajaran Kodam IV/Diponegoro termasuk Kodim 0736/Batang untuk memberikan penyuluhan hukum bagi Prajurit dan PNS serta Persit KCK Kodim 0736/Batang bertempat di Aula Kodim Batang, Kamis ( 01/08/19 ).

Sambutan Dandim 0736 Batang yang di wakili Kapten Inf Amin menyampaikan," bahwa pelaksanaan kegiatan Hukum kali ini masuk dalam semester kedua tahun 2019, memberikan penyuluhan hukum agar Babinsa dan keluarga yang di wilayah tahu kaedah - kaedah hukum dalam kehidupan sehari - hari. Memang perlu penyuluhan ini di sampaikan kepada prajurit dan keluarga, supaya anggota bisa menerima penyuluhan sehingga mendapatkan penyegaran tentang hukum," ucap Kapten Inf Amin.

Ketua tim Penyuluhan Hukum Mayor CHK Munadi menerangkan Tentang tindak pidana militer yang semestinya proses dan tindakan hukum di tangani oleh Mahkamah Militer. Kedatangan tim kesini untuk melayani dan memberi solusi menegenai permasalahan yang terjadi di lingkup anggota khususnya Kodim 0736 Batang. Mencontohkan adat filosofi ajaran sunan kalijogo yaitu Siri ( rahasia ), Saling mengungkapkan rahasia masing - masing. Perkawinan atau Pernikahan merupakan suatu tujuan untuk Ibadah," tutur Munadi.

" Dalam hukum perkawinan di sampaikan tujuannya adalah untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia. Seperti contoh apabila suami ( anggota ) menikah lagi akan di kenakan Pasal 279 KUHP, dengan sangsi hukuman 5 tahun. Apabila di luar berhubungan dengan orang lain di kenakan pasal 384 KUHP tentang perzinahan. Pasal 281 KUHP tentang pelanggaran kesusilaan, sekalipun suami istri di muka umum melakukan hal / mempertontonkan yang tidak pantas itu juga akan di kenakan sangsi," imbuhnya.

" Dalam QS. An Nisa ada peristiwa perjanjian agung atau yang di muliakan antara lain:
1. Perjanjian Para Rosul/Nabi dengan Allah.
2. Perjanjian umat Nabi Musa dengan Tuhan.
3. Perjanjian antara suami dan Istri. 
Pada hakekatnya yang menikahkan kita adalah Tuhan. Mencium tangan suami sama dengan mencium Hajar Aswat. Terimakasih pada Pelda Zaenal dari Koramil 06 Tersono yang sudah mengajukan pertanyaan mengenai Werving bagi prajurit," tandas Munadi.

Ditambahkan oleh Kapten CHK H. Waruwu S.H sampaikan," bahwa permasalahan baik di luar dengan warga ataupun laka lalin, apabila sudah di registrasi POM kasus akan tetap jalan. Adapun hal lain yang di terangkan, faktor penyebab perselingkuhan diantaranya nilai moral dan agama yang rendah, tekanan ekonomi, tidak dapat mengendalikan hawa nafsu, buku majalah, koran berbau pornografi, teknologi canggih pengaruh (medsos), kurangnya kesadaran hukum," katanya.

Hukuman disiplin militer jenisnya ada 2 yaitu tindakan disiplin ( mendidik dan terukur ), hukuman disiplin terguran ( penahan ringan/ penahan berat dan di sel ). UU no 25 tahun 2014 mengatur tentang hukuman skorsing ( di berhentikan sementara dari jabatan). Di kodam IV/ Diponegoro paling banyak adalah kasus kawin dua, dan punya simpanan ( WIL/ PIL). Militer ataupun PNS tidak boleh punya suami atau istri lebih dari satu," ucap H. Waruwu.

Beberapa ST Pangdam melarang prajurit/keluarga terlibat dalam percaloan penerimaan prajurit baru ( Werving ) termasuk : menampung calon, beri bimbel, pelatihan secara khusus. Pasal 378 KUHP, pasal 126 kuhpm, UU no. 11/1980 Tetang suap. UU no 23 THN 2014 pasal 44 ttg KDRT seperti kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan psikis, penelantaran dalam keluarga," imbuhnya.

Hadir dalam kegiatan Penyuluhan Hukum, Dandim Batang Letkol Kav Henry RJ Napitupulu yang di wakili oleh Kapten Inf Amin Danramil 04 Bawang, Kepala tim Kumdam IV Diponegoro Mayor CHK Munadi beserta 4 anggotanya, Para Perwira staf dan Danramil Jajaran Kodim Batang beserta anggota dan PNS, Kaminvet Batang dan anggota, Ibu Ketua Persit KCK Cabang XIV Kodim Batang Ny. Melina Siahaan beserta anggota Persit.
( Pen- 0736 )

Jelang Pilkades serentak,Desa Terban Gelar Sosialisasi



Batang -  Jelang pemilihan kepala desa yang rencananya digelar serentak di Kabupaten Batang, Jawa tengah  bulan September mendatang,beberapa desa mulai melaksanakan sosialisasi,seperti halnya yang dilaksanakan pemerintah Desa Terban Kecamatan Warungasem pada Rabu malam( 31/07/2019 ) bertempat di aula Balai Desa.

Turut hadir dalam kegiatan, Camat Warungasem Bpk. Wilopo, Kapolsek Iptu Akhmad Aris, Batuud Koramil Warungasem Pelda Eko Hariyono, Babinsa Serda Sugianto, BhabinKamtibmas Brigpol Istiqomah ,tokoh masyarakat, tokoh agama, Panitia Pilkades dan masyarakat Desa Terban.  

Pada sambutannya Camat Warungasem Wilopo  menyampaikan agar masyarakat Desa Terban dalam pemilihan nanti hendaknya saling menjaga ketertiban dan keamanan. Selain itu Camat juga menekankan bahwa  panitia pemilihan yang sudah terbentuk agar berkerja sesuai dengan aturan yang berlaku dan menjaga independen selaku penyelenggara. 

“Saya berharap pelaksanaan Pilkades menjadi momentum untuk mempersatukan masyarakat  dan disini diperlukan komitmen semua pihak untuk mengawalnya,termasuk panitia agar menjaga netralitas dan mempunyai integritas baik dalam menjalankan tugasnya,"ujarnya.

Sementara itu, Danramil Warungasem melalui Pelda Eko Hariyono  menyampaikan bahwa pelaksanaan  Pilkades yang akan digelar 29 September agar menjadi kemenangan bersama bagi masyarakat Desa Terban, artinya siapapun yang menang nantinya agar benar-benar mengabdikan diri untuk kemajuan desa.

“Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan dalam proses Pilkades nantinya kepada panitia harus jujur dan terbuka kepada calon dan masyarakat dalam hal aturan yang berlaku,dan yang paling penting adalah pilkades ini berjalan dengan tertib dan lancar selama dan sesudah pelaksanaan,karena itu yang menjadi tolok ukur keberhasilan pilkades.” himbaunya. (Pen-0736)

Bangkitkan Semangat Patriotisme, Forkopimda Batang Bagikan 14.500 Bendera Merah Putih

  Batang - Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-78, Pemerintah Daerah Kab. Batang membagikan bendera merah putih secara simbolis ...