Selasa, 07 Agustus 2018

Serma Slamet Sudiran Tekankan Kedisiplinan Kepada Paskibra Saat Latihan

Gringsing,Batang - Serma Slamet Sudiran Anggota Koramil 03/Gringsing Kodim 0736/Batang Sebagai pelatih  Paskibraka  Kecamatan Gringsing , Berpesan agar calon Paskibraka 2018 tidak mudah sensitif jika pelatih bersikap keras. dan di siplin ,Tindakan itu dinilai sebagai tanda sayang agar peserta Paskibraka 2018 Wilayah Kecamatan Gringsing dapat tampil sempurna pada upacara HUT RI mendatang. 

"Kalian bayangkan, 17 Agustus nanti, boleh dikatakan seluruh warga masyarakat Wilayah Kecamatan Gringsing akan menyaksikan penampilan kalian," kata Pelatih Serma Selamet  Sudiran kepada seluruh calon Paskibraka Ta. 2018  yang bertempat di Lapangan Olah Raga Desa Gringsing. Kec.Gringsing Kab.Batang. Senin ,06-08-2018.

"Materi yang saya berikan itu gerakan dasar dulu, gerakan dasar itu artinya PBB di tempat gerakan PBB berjalan. Gerakan PBB di tempat itu banyak rangkaiannya, yaitu sikap sempurnya, jalan di tempat, penghormatan dan lain sebagainya," ujar Pelatih Paskibraka HUT RI ke-73,  Sersan Mayor Slamet Sudiran di Lapangan olah Raga Desa Gringsing.

Selain gerakan PBB di tempat ada juga gerakan jalan. Di sini pelatih akan memperhatikan ayunan tangan hingga langkah kaki agar anggota Paskibra indah dilihat saat mengibarkan Sang Saka Merah-Putih.

"Kalau untuk gerakan berjalan yaitu langkah tegap kita lihat ayunan tangannya, kakinya untuk dilangkahkan yang bagus sesuai aturan," katanya.Pelatih akan memperhatikan ayunan tangan hingga langkah kaki agar anggota Paskibra indah dilihat saat mengibarkan Sang Saka Merah-Putih 

Sebagai pelatih, Serma Slamet Sudiran banyak melihat perkembangan peserta didiknya saat pertama kali tiba lokasi latihan. Modal dasar latihan peserta didiknya dari daerah disesuaikan dengan materi ajarnya.

"Mereka sudah ada modal dasar namun perbedaan gerakan tentunya ada dari daerah dengan di pusat sini. Jadi mereka sedikit kaget lah mungkin ada perbedaan. Ya ada perubahan sedikit lah yang saya rubah, mungkin gerakan ini untuk membentuk kekompakannya agak sulit, jadi saya butuh waktu yang benar-benar ketat untuk melatih mereka," jelasnya.

Pelatih juga memfokuskan kekompakan peserta Paskibra saat latihan. Setiap Ego ada di diri peserta harus dihilangkan.

Mereka yang terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka harus menjadi yang terbaik. Sebab, kesempatan seperti ini kemungkinan hanya datang satu kali dalam seumur hidup.

"Jadi, kalian harus betul-betul latihannya. Gagalnya adik-adik, gagalnya pelatih," ucap Serma Slamet sudiran

"Kalau kalian gagal, yang ditegur itu pelatih. Enggak mungkin adik-adik yang ditegur oleh muspika serta para Veteran dan hadirin peserta upacara nanti  nya, pasti pelatih," tambahnya.

Oleh karena itu, wajar apabila setiap kali latihan para pelatih akan agak keras. Yang bisa saja membuat calon Paskibraka 2018 ingin cepat-cepat pulang ke Rumah Namun, ia kembali meyakinkan bahwa momen-momen seperti ini yang bakal mereka rindukan nantinya.Menjadi seorang Paskibraka adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

"Anggap saja teguran dan omelan pelatih ini obat kesuksesan kalian ke depan," kata Serma Slamet.

"Siapa pun yang akan memberikan motivasi ke kalian, baik itu pelatih, pembina, atau siapa saja, diikuti saja. Hal-hal seperti ini tidak akan terulang lagi," kata Serma Slamet dan disambut tepuk tangan seluruh calon Paskibraka 2018 wilayah Kecamatan Gringsing.Kemudian di sela-sela waktu istirahat di situlah kita bentuk yang namanya yel-yel biar mereka kompak," imbuhnya.(Pen-0736)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bangkitkan Semangat Patriotisme, Forkopimda Batang Bagikan 14.500 Bendera Merah Putih

  Batang - Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-78, Pemerintah Daerah Kab. Batang membagikan bendera merah putih secara simbolis ...