Batang - Hari Buruh yang biasanya diperingati dengan aksi, dimanfaatkan berbeda kali ini. Sekitar 300 san peserta yang ada turut meriahkan peringatan May day tahun ini. Aksi damai ini merupakan bagian dari peringatan hari buruh Internasional di Batang, Rabu (1/5/2019).
Drs Tulyono M.si selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan ( Disnaker ) Batang mengemukakan terima kasih kepada para undangan yang menyempatkan hadir pada peringatan hari Buruh Internasional tahun 2019 ini, ucapnya.
Tasyakuran hari may day, mengangkat tema" tumbuh maju bersama pekerja, pengusaha dan pemerintah".
Lanjut dia," acara ini di adakan sebagai ajang Silaturahmi dengan para pekerja atau buruh dan pengusaha serta pemerintah. May day yang di selenggarakan tiap tahunnya adalah merupakan peringatan yang mana kita mengingat akan kongres yang di laksanakan pada tahun 1889 yaitu kongres buruh dunia," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama Bambang Soeharto selaku ketua SPSI, sampaikan" kita mengingat pada 1 Mei 1886 telah terjadi peristiwa di Chicago. Aksi menuntut hak pekerja yang berujung tragedi musibah, adanya korban meninggal 4 orang dan 100 orang luka - luka pekerja di Amerika. Itu adalah perjuangan dari para pekerja. Serta tahun 1890 terjadi pemogokan buruh menuntut adanya pengurangan jam kerja, yang awal mulanya 84 jam.
Pada akhirnya tuntutan tersebut di sepakati bersama memberikan waktu kerja yaitu 8 jam kerja per hari atau 40 jam per minggu. Itu merupakan salah satu ketentuan pokok bagi para pekerja. Galakkan terus gerakan Pancasila serta ikut bersama merayakan hari buruh internasional. Marilah tumbuh maju bersama Tripatri, SPSI sendiri sudah melaksanakan struktur upah," kata Bambang Soeharto.
Sambutan Bapak Suyono," May day adalah hari yang spesial atau luar biasa bagi pekerja yang setiap tahun nya di peringati pada tanggal 1 Mei. Ada hal yang istimewa pada hari buruh internasional, kita harus dorong bersama agar adanya semangat antara pekerja dengan para pengusaha antara perusahaan dan karyawan. Saling konektifitas, saling menghargai dan saling mencintai bagaimana mengembangkan perusahaan agar lebih maju.
Pekerja harus mampu memberikan dedikasinya pada perusahaan, serta mampu memotivasi diri untuk bagaimana perusahaan semakin maju. Pemerintah wajib memback up para pekerja serta melindungi pengusaha. Memberikan upah yang sepantasnya atau sesuai dengan UMK," tuturnya.
Harapan Suyono" jadilah karyawan karyawati yang berintegritas, jujur, konsisten dan berani. Sehingga karyawan karyawati mampu membawa kebaikan untuk keluarganya. Pemerintah Batang sudah membuat peraturan agar perusahaan yang hadir di Kabupaten Batang minimal 30% pekerjanya warga lokal. Ini untuk memproteksi melindungi warga Batang yang akan hadir berbagai macam perusahaan dan tata ruang ayang hampir selesai. Kabupaten Batang sudah mencanangkan sepuluh ribu tenaga kerja," imbuh Suyono.
Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Mei pada umumnya dirayakan para buruh dengan memperjuangkan hak-hak mereka. Sekadar mengumbar pernyataan ataupun melalui aksi unjuk rasa. Namun, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng) menggelar acara dengan Senam bersama Forkopimda dan masyarakat pada May Day tahun ini.
Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Bapak Suyono, Sekda Kabupaten Batang, Dandim 0736/Batang Letkol Kav Henry RJ Napitupulu, Kapolres Batang atau yang mewakili, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Forkopimda, dari BPJS Ketenagakerjaan, SPSI, serta dari Perusahaan - perusahaan dan masyarakat.
( Pen - 0736 )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar