Batang- Pada era globalisasi ini nilai-nilai kebangsaan mulai luntur bahkan sebagian pemuda sebagai generasi penerus bangsa ada yang tidak hafal lagu-lagu kebangsaann maupun lagu-lagu patriotik negerinya sendiri.
"Sepertinya sebagian pemuda kita saat ini semangat patriotismenya sudah mulai menurun. Kita tidak perlu mencari siapa yang salah, sebab yang terpenting adalah mencari jalan keluar untuk memupuk kembali semangat patriotisme kebangsaan para pemuda kita," kata Danramil 05/Reban kapten Inf Sumargiyono Saat memberikan materi Wawasan Kebangsaan kepada anggota PR IPNU dan IPPNU Desa Ngadirejo dan Desa Pacet kec Reban ,Minggu (8/3/2020).
Tugas para pemuda adalah mengisi kemerdekaan dengan rasa cinta tanah air. Hal ini dapat diwujudkan dari hal kecil, seperti rasa peduli terhadap lingkungan, tidak menilai orang berdasarkan agama atau sukunya, mencintai produk dalam negeri, dan sebagainya. Gerakan ini bisa dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat.
Kapten Inf sumargiyono mengakui bahwa pentingnya formula pendekatan untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotisme kepada generasi milenial.
Ini menjadi tantangan kita semua bagaimana kita membuat satu formula untuk menanamkan jiwa semagat juang generasi muda ini agar terus bisa menegakkan nasionalisme, imbuhnya.
Seorang generasi muda terdidik dituntut berperan aktif dalam meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan maupun rasa nasionalisme,” Ia menyatakan generasi muda harus mempersiapkan diri dengan selalu membangun yang positif karakter bangsa pada era globalisasi. Di tengah percaturan global, maka fungsi karakter menjadi daya hidup kemampuan berkompetisi dengan bangsa lain.
Melihat kondisi demikian, ia menegaskan generasi muda terutama pelajar harus membangun persaudaraan, perdamaian, solidaritas dan anti-kekerasan antarkelompok. Pelajar dapat mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia agar tetap dicintai warga negaranya,"ujarnya.(Pen-0736)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar